Ending Yang Mengharukan
...
Halimah mengikuti Rizqaan dari belakang. Rizqaan duduk di
sisi sebelah kiri dari arah depan, sementara Halimah di sebelah kanan meja.
Mereka duduk sejajar, namun di antar mereka ada sebuah meja yang membatasi.
Halimah langsung membuka pembicaraan.
“Abuya..”
“Maaf, aku belum menjadi suamimu lagi..” Sela Rizqaan.
“Izinkan aku tetap memanggilmu abuya. Aku tak terbiasa
dengan panggilan lain.”
“Baiklah. Ada
apa adinda?”
“Abuya. Abuya siap menikahiku lagi?”
“Adinda Halimah, kenapa aku tidak siap? Dari dulu aku tak
pernah berniat menceraikanmu. Aku senantiasa mencintaimu. Hanya karena kita
bukan lagi suami istri, aku selalu minindih rasa cintaku itu sekuat mungkin.
Tapi bila diberi kesempatan menikahimu lagi, aku tak mungkin menolak.”
...
